Sebelum kereta jalan sudah menjadi kewajiban saya berdoa supaya perjalanan lancar dan selamat sampai tujuan.
Sungguh luar biasa detak jantung berdetak dengan cepat karena rasa takut yang saya rasakan sungguh luar biasa.Tapi rasa takut itu lama kelaman menghilang dan berganti dengan rasa yang sungguh senang karena dari atas kita bisa melihat begitu indahnya alam pegunungan di papua yang menyimpan begitu banyaknya harta kekayaan yang sungguh tiada bisa orang memprediksinya subhanallah.
Setelah kita mencapai puncak penumpang kereta dan sayapun bergantian menuruni kereta tersebut..ber ber ber rasa dingin menusuk tulang.
Sebelum turun saya menyempatkan diri untuk mengambil sebuah gambar dari puncak.Waoo bener2 pengalaman yang tak terlupakan.
Kemudian saya melanjutkan perjalanan dan keluar dari kereta gantung menuju tambang PT.Freeport,dengan jalan kaki menuju tempat penjemputan yang sudah di siapkan Dept.Material Management Saya menuju Lokasi dimana project Fuel Management System yang akan di implemntasikan di PT.Freeport.
Inilah pemandangan yang menyambut kita pada saat kita sudah berada di puncak.
Sungguh keindahan yang hanya milik allah.
Setelah jemputan sudah tiba saya dan team melanjutkan perjalan menuju lokasi menggunakan Mobil Land Cruiser karena hanya mobil ini yang bisa di gunakan di medan yang sangat terjal naik dan turun gunung.
Dan tibalah saya di surabaya tank yang akan di implementasikan sebuah system Automatic Tank Gauge.
Saya dan team melihat kondisi dan penempatan di mana nantinya akan di pasangkan alat tersebut.Setelah selesai dan sudah mendapatkan data yang akurat saya di atarkan lagi menuju Puncak Grasberg yang sebenarnya.
Di sinilah puncak yang sebenarnya , diapit gunung batu Jayawijaya dengan ketinggian sampai 4.300 meter dari permukaan laut. Tidak ada hiburan, dan tetangga yang saling mengunjungi seperti layaknya hidup di tengah hutan.
Sungguh selama berada di lokasi ini udara lama kelamaan semakin dingin dan serasa menusuk tulang karena posisi saya pas di sebelah ES Abadi yang berada pada puncak Jayawijaya.
Tepatnya di belakang saya inilah dimana puncak Es Abadi yang ada di Puncak Jayawijaya.
Demikian pengalan pribadi yang sungguh tidak akan terlupakan selama saya mengerjakan tugas sebagai karyawan perusahaan swasta.
Jika ada kurang lebihnya saya minta maaf yang sebesar-besarnya.



